Rabu, 20 November 2024

Setengah Abad Jenni Rangsang

 Tepat 5 Mei 1978 Ikatan Pencak Silat Jenni Rangsang lahir di bumi Lamongan tepatnya Dusun Pagak desa Sidogembul kecamatan sukodadi kabupaten Lamongan Jawa Timur.

Oleh Sang Pendiri Bapak Nuradji Irawan BA. Jenni Rangsang memiliki beberapa aliran pencak silat dan Karate karena Bapak Nuradji juga pernah belajar di olahraha beladiri Karate sewaktu kuliah di Surabaya.

Jenni Rangsang mengalami pasang surut dalam perkembangannya sejak awal berdiri.Namun nama Jenni Rangsang selalu diperhitungkan di event kejuaraan daerah di Lamongan.

Jenni Rangsang melahirkan beberapa Pendekar dan warga disetiap eranya. Era 80an misalnya,Jenni Rangsang memiliki siswa sekaligus atlet seperti Bapak Amaji dan beberapa angakatan lainnya.

Era 1990an Bushro dan Sugianto merupakan didikan Jenni Rangsang dimana dua sosok penting ini menjadi tonggak awal kebangkitan jenni rangsang saat ini.

Pada 1996 banyak sekali Jenni Rangsang mencetak warga mulai dari Ismaun,Subakri,Hidayat dan beberapa warga lain. Lalu di medio 2010 Sigit,Vikri,Arki dll ikut andil dalam perjalanan sejarah panjang Jenni Rangsang. 

Hingga saat ini Jenni Rangsang sudah menyebar hingga ke pelosok Nisantara, Nabire Papua dan beberapa wilayah Indonesia Timur juga mudah dijumpai warga Jenni Rangsang dari atribut yang dipakai warga . Agus Setiawan merupakan perintis Jenni Rangsang di Indonesia Timur mulai dari Papua sampai Makasar.

2024 Jenni Rangsang sudah berusia 46 tahun dan sebentar lagi memasuki Usia Setengah abad tepat pada 2028.

Segenap warga Jennj Rangsang berkomitmen membangun dan mempertahankan eksitensi perguruan ini menjadi sebuah organisasi yang besar dan menjadi rumah besar bagi seluruh warga Jenni Rangsang di Tanah Air.

Salam Jenni Rangsang Sejahtera Selamanya.Rahajeng manunggal Ring Gotra

https://drive.google.com/file/d/1-D-cJlNu9_91Qi4sjlftpleEtoHBq_Hn/view?usp=drivesdk

Minggu, 27 Juni 2021

JRUJI dan sejarah

Jruji lahir sebagai kepanjangan tangan warga ikatan pencak silat Jenni Rangsang

Rabu, 19 Agustus 2020

Sejarah berdirinya JENNIH RANGSANG

Sejarah Lahirnya Perguruan Pencak Silat Jennih Rangsang dimulai pada 1 Mei 1978 ketika Bapak Nuraji Irawan yang merupakan Karate-do sabuk merah bertemu Bpk Sayik pendekar dari PO (Pencak Olahraga) untuk mendirikan Perguruan Pencak Silat. Pada saat itu Bpk Nuraji Irawan merupakan pelajar STM negeri 2 Lamongan juga pernah berguru di Perguruan Satria Tunggal melalui Cak Uji atau Oejianto (alm) yang merupakan pendiri Satria Tunggal Lamongan. Dalam pertemuan itu Bpk Nuraji mengutarakan niat kepada Bpk Syayik untuk mendirikan perguruan pencak silat. Setelah lulus STM bpk Nuraji melanjutkan jenjang pendidikannya ke IKIP Surabaya jurusan Keguruan dan Olahraga. Di IKIP Surabaya beliau bertemu dengan beberapa teman-teman dari berbagai aliran beladiri.Beliau memutuskan ikut berlatih salah satunya yang beraliran Kung Fu. Pada 1 Mei 1978,Bpk Nuraji Irawan mengundang teman dan guru beladirinya untuk Berunding mendirikan Perguruan Pencak Silat. Nama JENNIH RANGSANG akhirnya dijadikan sebagai nama perguruan pencak silat,dengan pengertian Semangat membela kebenaran.Logo awal JR adalah Tangan Mengepal dan Tangan Terbuka yang memiliki arti menolak segala bentuk kekerasan. Tepat pada 4 Mei 1978 bertempat di lokasi perguruan Muhammadiyah di Halaman Masjid Al Jihad Sukodadi, JENNIH RANGSANG mulai diresmikan sebagai perguruan pencak silat. Tanggal 4 Mei 1978 itu juga ditetapkan sebagai tanggal berdirinya JENNIH RANGSANG dan Bpk Nuraji Irawan sebagai pendiri tunggal. Seiring berjalannya waktu JENNIH RANGSANG mulai menunjukkan tajinya sebagai perguruan silat di wilayah Lamongan khususnya Sukodadi yang merupakan Pusat Latihan saat itu. Menurut keterangan Bpk Nuraji Irawan selaku Guru Besar Jennih Rangsang saat ini beliau sudah mencetak warga Jennih Rangsang (JR) di berbagai desa di kecamatan Sukodadi dan Pucuk (Saat itu Sukodadi dan Pucuk masih satu kecamatan sebelum pisah pada dekade 1994/1995). Salah satu murid beliau di era pertama kali adalah Samsul Ma'arif (Gempol pading,pucuk) Sarju (Sumlaran,Sukodadi) dan banyak lagi. Pada dekade 1994 muncul nama Mas Busro dan Mas Sugianto . Dua nama ini menjadi tonggak sejarah baru perkembangan Jennih Rangsang di wilayah Lamongan bahkan di luar Jawa. Mas Busro dan Mas Sugianto merupakan murid Bpk Nuraji Irawan yang kemudian melahirkan warga-warga baru JR hingga saat ini. Kadungrembug,Sukolilo,Keduwul dan Pagak adalah basis terbesar Warga JR hingga saat itu kemudian beberapa wilayah lain seperti Sumampir,Bali-Plumpang dll juga berkembang menjadi basis para warga JR di wilayah Kecamatan Sukodadi. Selain mengalamai perkembangan jumlah warga,JR juga mencetak beberapa prestasi membanggakan disetiap ajang yang diselenggarakan IPSI.Para atlet JR banyak yang mengukir prestasi dalam kejuaraan maupun turnamen di daerah tempat mereka berlatih. Salam Sejahtera Selamanya Aamiin Dikutip dari buku biografi Bpk Ir Nuradji Irawan BA sang Pendiri dan Guru Besar JENNIH RANGSANG.

Sabtu, 12 Januari 2019

Who is Busby Boys? Who is Busby Boys? Lombok Busby Boys atau bisa disebut Busby Boys adalah sebuah gerakan dan pemahaman yang diawali dari rasa keprihatinan tentang menurunnya gairah (passion) fans United di Lombok ketika nonton bareng (nobar) Manchester United.Kenyataan tersebut memang terjadi saat tim Man United sedang dalam masa-masa sulit pasca merengkuh gelar juara ke 20 (musim 2013).Penampilan yang belum konsisten meski sempat menjuarai mini treble winners pada 2017 bisa jadi adalah salah satu penyebabnya. Untuk tetap menjaga culture dan jati diri Fans MU yang dikenal militan dan tanpa lelah menggelorakan chant-chant dan passion saat menyambut/menyaksikan laga Man United seperti halnya fans di kota asal (Manchester).Maka lahirlah sebuah kelompok kecil dengan nama Busby Boys pada 2017.Nama Busby diilhami dari era lahirnya skuad Busby Babes dalam tragedy Munich 1958. Nama Busby Boys diharapkan bisa melecut kembali semangat dan gairah dalam mendukung ManUtd seperti halnya semangat Busby Babes saat kembali mengangkat sejarah kejayaan ManUtd kala itu. Busby Boys berusaha untuk tetap menjaga culture dan gairah serta loyalitas sebagai Fans United dengan cara berkreasi dan lantang saat laga ManUtd. Busby Boys sendiri memilih aliran casual dalam fashion style meski tak harus selalu tampil ala casual.Namun hal yang paling penting bagi Busby Boys adalah menjaga Passion dan Semangat. Jargon Busby Boys adalah Passion and Proud (Gairah dan Kebanggaan) yang selalu disematkan dan digelorakan saat laga ManUtd. Jika melihat beberapa Komunitas maupun fanbase yang lahir karena euforia masa kejayaan atau saat tim yang menginspirasinya sedang mengalami periode terbaik,Busby Boys justru memiliki sejarah yang terbilang jauh dari euforia dan masa emas. Masa-masa kelam United itu menjadi bagian tersendiri yang mengiringi awal sejarah lahirnya ide Busby Boys.Lahir disaat tim sedang terpuruk tidak lantas membuat semangat mereka surut.Justru dari sinilah mereka mulai membangkitkan kembali gairah sebagai pendukung dan pecinta United. Keyakinan dan spirit telah menginspirasi mereka bahwa mendukung tim meskipun jauh dari kota asal bukanlah penghalang untuk tetap bersemangat. Semua pikiran dan keyakinan mereka satukan untuk menjaga cinta kepada tim kebanggaan. Berusaha berdiri dan bernyanyi selama 90 menit dan mengabaikan hasil pertandingan baik kalah,seri maupun menang. Cara tersebut diyakini adalah salah satu cara terbaik mengekspresikan dukungan total kepada tim pujaan.Tanpa merasa lelah dan lara mereka tidak peduli,semua demi Cinta kepada tim kebanggaan Manchester United. Jalan yang Busby Boys tempuh bukan tanpa halangan.Selain menghadapi ego para fans maupun anggota,Busby Boys juga dihadapkan dengan segala caci maki dan sindiran.Tak sedikit sikap kontra yang mereka terima baik dari fans sesama United maupun dari fans lain.Semua memang harus dihadapi karena mereka terlahir untuk kuat dan tetap menjaga hubungan baik antar fans United. Semoga Lombok Busby Boys adalah tempat yang tepat bagi para pecinta United yang aktraktif dan kreatif. Jalan Masih panjang,semua tentang kemustahilan harus ditaklukkan dengan sikap yang gentle. Akhir kata Sepak bola tanpa Fans adala Lombok Busby Boys atau bisa disebut Busby Boys adalah sebuah gerakan dan pemahaman yang diawali dari rasa keprihatinan tentang menurunnya gairah (passion) fans United di Lombok ketika nonton bareng (nobar) Manchester United.Kenyataan tersebut memang terjadi saat tim Man United sedang dalam masa-masa sulit pasca merengkuh gelar juara ke 20 (musim 2013).Penampilan yang belum konsisten meski sempat menjuarai mini treble winners pada 2017 bisa jadi adalah salah satu penyebabnya. Untuk tetap menjaga culture dan jati diri Fans MU yang dikenal militan dan tanpa lelah menggelorakan chant-chant dan passion saat menyambut/menyaksikan laga Man United seperti halnya fans di kota asal (Manchester).Maka lahirlah sebuah kelompok kecil dengan nama Busby Boys pada 2017.Nama Busby diilhami dari era lahirnya skuad Busby Babes dalam tragedy Munich 1958. Nama Busby Boys diharapkan bisa melecut kembali semangat dan gairah dalam mendukung ManUtd seperti halnya semangat Busby Babes saat kembali mengangkat sejarah kejayaan ManUtd kala itu. Busby Boys berusaha untuk tetap menjaga culture dan gairah serta loyalitas sebagai Fans United dengan cara berkreasi dan lantang saat laga ManUtd. Busby Boys sendiri memilih aliran casual dalam fashion style meski tak harus selalu tampil ala casual.Namun hal yang paling penting bagi Busby Boys adalah menjaga Passion dan Semangat. Jargon Busby Boys adalah Passion and Proud (Gairah dan Kebanggaan) yang selalu disematkan dan digelorakan saat laga ManUtd. Jika melihat beberapa Komunitas maupun fanbase yang lahir karena euforia masa kejayaan atau saat tim yang menginspirasinya sedang mengalami periode terbaik,Busby Boys justru memiliki sejarah yang terbilang jauh dari euforia dan masa emas. Masa-masa kelam United itu menjadi bagian tersendiri yang mengiringi awal sejarah lahirnya ide Busby Boys.Lahir disaat tim sedang terpuruk tidak lantas membuat semangat mereka surut.Justru dari sinilah mereka mulai membangkitkan kembali gairah sebagai pendukung dan pecinta United. Keyakinan dan spirit telah menginspirasi mereka bahwa mendukung tim meskipun jauh dari kota asal bukanlah penghalang untuk tetap bersemangat. Semua pikiran dan keyakinan mereka satukan untuk menjaga cinta kepada tim kebanggaan. Berusaha berdiri dan bernyanyi selama 90 menit dan mengabaikan hasil pertandingan baik kalah,seri maupun menang. Cara tersebut diyakini adalah salah satu cara terbaik mengekspresikan dukungan total kepada tim pujaan.Tanpa merasa lelah dan lara mereka tidak peduli,semua demi Cinta kepada tim kebanggaan Manchester United. Jalan yang Busby Boys tempuh bukan tanpa halangan.Selain menghadapi ego para fans maupun anggota,Busby Boys juga dihadapkan dengan segala caci maki dan sindiran.Tak sedikit sikap kontra yang mereka terima baik dari fans sesama United maupun dari fans lain.Semua memang harus dihadapi karena mereka terlahir untuk kuat dan tetap menjaga hubungan baik antar fans United. Semoga Lombok Busby Boys adalah tempat yang tepat bagi para pecinta United yang aktraktif dan kreatif. Jalan Masih panjang,semua tentang kemustahilan harus ditaklukkan dengan sikap yang gentle. Akhir kata Sepak bola tanpa Fans adalah ilusi belaka. Keep the Passion !!