Rabu, 19 Agustus 2020
Sejarah berdirinya JENNIH RANGSANG
Sejarah Lahirnya Perguruan Pencak Silat Jennih Rangsang dimulai pada 1 Mei 1978 ketika Bapak Nuraji Irawan yang merupakan Karate-do sabuk merah bertemu Bpk Sayik pendekar dari PO (Pencak Olahraga) untuk mendirikan Perguruan Pencak Silat.
Pada saat itu Bpk Nuraji Irawan merupakan pelajar STM negeri 2 Lamongan juga pernah berguru di Perguruan Satria Tunggal melalui Cak Uji atau Oejianto (alm) yang merupakan pendiri Satria Tunggal Lamongan.
Dalam pertemuan itu Bpk Nuraji mengutarakan niat kepada Bpk Syayik untuk mendirikan perguruan pencak silat.
Setelah lulus STM bpk Nuraji melanjutkan jenjang pendidikannya ke IKIP Surabaya jurusan Keguruan dan Olahraga.
Di IKIP Surabaya beliau bertemu dengan beberapa teman-teman dari berbagai aliran beladiri.Beliau memutuskan ikut berlatih salah satunya yang beraliran Kung Fu.
Pada 1 Mei 1978,Bpk Nuraji Irawan mengundang teman dan guru beladirinya untuk Berunding mendirikan Perguruan Pencak Silat.
Nama JENNIH RANGSANG akhirnya dijadikan sebagai nama perguruan pencak silat,dengan pengertian Semangat membela kebenaran.Logo awal JR adalah Tangan Mengepal dan Tangan Terbuka yang memiliki arti menolak segala bentuk kekerasan.
Tepat pada 4 Mei 1978 bertempat di lokasi perguruan Muhammadiyah di Halaman Masjid Al Jihad Sukodadi, JENNIH RANGSANG mulai diresmikan sebagai perguruan pencak silat.
Tanggal 4 Mei 1978 itu juga ditetapkan sebagai tanggal berdirinya JENNIH RANGSANG dan Bpk Nuraji Irawan sebagai pendiri tunggal.
Seiring berjalannya waktu JENNIH RANGSANG mulai menunjukkan tajinya sebagai perguruan silat di wilayah Lamongan khususnya Sukodadi yang merupakan Pusat Latihan saat itu.
Menurut keterangan Bpk Nuraji Irawan selaku Guru Besar Jennih Rangsang saat ini beliau sudah mencetak warga Jennih Rangsang (JR) di berbagai desa di kecamatan Sukodadi dan Pucuk (Saat itu Sukodadi dan Pucuk masih satu kecamatan sebelum pisah pada dekade 1994/1995).
Salah satu murid beliau di era pertama kali adalah Samsul Ma'arif (Gempol pading,pucuk) Sarju (Sumlaran,Sukodadi) dan banyak lagi.
Pada dekade 1994 muncul nama Mas Busro dan Mas Sugianto . Dua nama ini menjadi tonggak sejarah baru perkembangan Jennih Rangsang di wilayah Lamongan bahkan di luar Jawa. Mas Busro dan Mas Sugianto merupakan murid Bpk Nuraji Irawan yang kemudian melahirkan warga-warga baru JR hingga saat ini.
Kadungrembug,Sukolilo,Keduwul dan Pagak adalah basis terbesar Warga JR hingga saat itu kemudian beberapa wilayah lain seperti Sumampir,Bali-Plumpang dll juga berkembang menjadi basis para warga JR di wilayah Kecamatan Sukodadi.
Selain mengalamai perkembangan jumlah warga,JR juga mencetak beberapa prestasi membanggakan disetiap ajang yang diselenggarakan IPSI.Para atlet JR banyak yang mengukir prestasi dalam kejuaraan maupun turnamen di daerah tempat mereka berlatih.
Salam Sejahtera Selamanya Aamiin
Dikutip dari buku biografi Bpk Ir Nuradji Irawan BA sang Pendiri dan Guru Besar JENNIH RANGSANG.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
JRoz
Posting Komentar